mata...
jendela dua dunia tanpa batas
menampilkan imagi2 yang tak terbayangkan
hanya ingin melihat hal yg ingin dilihat
kadang telinga tak sanggup mendengar kalimat si bibir
hanya mata yang menangkap gerakan bibir
karena mencari pembenaran atas nama hati...
tak peduli aku bisa apa
tak peduli apa yang terpapar di depan mata
kau lahap dengan rakus tanpa ada yang terlupa
tersimpan tanpa cela di kepalaku
tapi malam ini mataku tertutup
hingga pagi
tapi aku bisa melihat nya
tanpa wajah
apa aku melupakan nya
apa aku menipu nya
apa aku terlupa nya
tanpa sebab dan alasan
mataku melahap semua yang terpapar
tidak perduli itu salah dan benar
hati takluk tanpa bisa apa2
hanya bisa menyimpan
mengulang dan
menyaring
mata....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar